10 Cyber Threat Actors yang Menargetkan Brasil pada 2026

Brasil Menjadi Target Utama Serangan Siber di Amerika Latin

Brasil memasuki paruh kedua 2026 sebagai salah satu negara dengan tingkat ancaman siber paling tinggi di Amerika Latin. Pertumbuhan ekonomi digital, penggunaan layanan finansial, dan infrastruktur teknologi yang luas menjadikan Brasil target menarik bagi berbagai Cyber Threat Actors.

Ancaman yang muncul kini semakin beragam. Serangan tidak hanya datang dari kelompok ransomware, tetapi juga aktor data extortion, operator malware, hingga aktor nation-state yang melakukan spionase. Laporan SOCRadar menunjukkan Brasil menyumbang 53% dari total insiden siber di Amerika Latin.

Kondisi ini menuntut organisasi untuk tidak hanya sekadar mengenal malware. Anda wajib memahami siapa aktor di balik serangan, metode operasi mereka, serta sektor industri yang menjadi target utama mereka.

10 Cyber Threat Actors yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan data riset terbaru, berikut adalah kelompok Cyber Threat Actors yang paling aktif menargetkan Brasil pada rentang tahun 2025-2026:

1. LockBit 5.0

LockBit tetap menjadi pemain dominan dalam model Ransomware-as-a-Service (RaaS). Meskipun sempat ditekan oleh penegak hukum, mereka muncul kembali dengan versi 5.0 dan menjadikan Brasil sebagai salah satu negara target utama dengan 8,6% pangsa korban global.

2. Qilin

Qilin (Agenda) memanfaatkan model affiliate untuk menyerang berbagai sektor, termasuk manufaktur dan layanan kesehatan. Di Brasil, mereka menyumbang sepertiga dari total serangan ransomware di kawasan Amerika Latin selama kuartal pertama 2026.

3. Akira

Akira mengadopsi taktik double extortion, di mana mereka mencuri data sebelum mengenkripsi sistem. Mereka sering mengeksploitasi kerentanan pada VPN dan perangkat keamanan jaringan untuk mendapatkan akses awal ke target.

4. The Gentlemen

Kelompok ini berkembang pesat di 2026 dengan memanfaatkan akses yang sudah dikompromikan sebelumnya. Mereka sangat efektif dalam melakukan serangan lanjutan pada organisasi besar di Brasil.

5. Everest Group

Berfokus pada data extortion, Everest Group dikenal karena serangan terhadap infrastruktur energi, termasuk Petrobras. Bagi mereka, data curian memiliki nilai strategis yang lebih tinggi daripada sekadar enkripsi sistem.

6. Salt Typhoon

Berbeda dengan kelompok kriminal lainnya, Salt Typhoon adalah aktor nation-state asal Tiongkok. Mereka berfokus pada spionase siber, menargetkan telekomunikasi, pemerintah, dan infrastruktur militer Brasil untuk kepentingan strategis.

7. TA2725 / Grandoreiro Gang

Ini adalah ancaman domestik Brasil yang menargetkan institusi finansial. Melalui trojan perbankan, mereka terus melancarkan kampanye siber yang canggih di Amerika Latin.

8. DragonForce

Awalnya kelompok hacktivist, DragonForce kini bertransformasi menjadi operator RaaS. Serangan mereka terhadap institusi pendidikan di Brasil membuktikan bahwa data administratif dan data finansial.

9. Cl0p

Cl0p dikenal melalui taktik mass exploitation. Mereka mengeksploitasi kerentanan pada platform enterprise untuk menyerang banyak organisasi sekaligus, menjadikannya salah satu ancaman paling efisien di 2026.

10. KillSec

KillSec menyerang sektor healthcare dan pemerintahan dengan sangat agresif. Brasil menempati posisi keempat negara yang paling sering menjadi sasaran kelompok ini secara global.

Pentingnya Proactive Threat Intelligence

Melihat keragaman Cyber Threat Actors di atas, organisasi tidak bisa lagi mengandalkan pertahanan pasif. Anda memerlukan threat intelligence yang mampu memberikan visibilitas mendalam.

Dark Web Monitoring menjadi sangat krusial dalam ekosistem saat ini. Dengan memantau forum hacker, kanal Telegram, dan pasar underground, tim keamanan dapat mendeteksi kebocoran kredensial sebelum serangan besar terjadi. Ini mengubah pola kerja dari reaktif menjadi proaktif.

Kesimpulan

Ancaman siber di Brasil pada 2026 sangat dinamis dan berbahaya. Organisasi harus memahami profil Cyber Threat Actors yang menargetkan sektor mereka. Pendekatan yang menggabungkan Dark Web Monitoring, manajemen kerentanan, dan perlindungan endpoint adalah kunci untuk bertahan dari serangan.

Socradar Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Socradar. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.